Tak Terbeli

Tak Terbeli

Siang itu aku memutuskan untuk masuk ke sebuah toko boneka. Aku ingin membelikan satu boneka beruang untuk anakku. Seminggu lagi, Lily, anakku akan berulang tahun dan aku tahu bahwa dia ingin sekali memiliki boneka beruang. Aku sudah membayangkan betapa bahagianya Lily saat mendapati boneka ini di kamarnya.

Hatiku kecewa ketika tak kudapati boneka beruang di toko tersebut. Ketika hendak meninggalkan tempat itu, aku melihat di salah satu sudut ruangan, ada boneka beruang mungil berwarna putih. Akupun mendekat dan menanyakan harganya.

"Berapa harga boneka beruang kecil ini?"

"Oh, boneka itu tidak untuk dijual."

"Berapapun harganya, akan aku bayar."

"Sebanyak apapun uang yang akan Anda berikan, takkan mampu untuk membeli boneka itu."

"Apakah ada yang istimewa? Mungkin terbuat dari benang emas?"

"Ada cinta di dalamnya. Boneka itu untuk anakku. Dan aku akan membawanya pulang nanti malam."

"Bukankah kau bisa membeli yang lainnya?"

"Aku bekerja di toko ini dan gajiku selalu habis untuk kebutuhan sehari-hari. Aku harus bekerja lembur untuk bisa membeli boneka itu."

Aku menyadari bahwa cinta dan kasih sayang itu tak akan pernah terbeli. Seperti itu juga yang akan aku lakukan kepada anakku. Aku akan memberikan banyak cinta kepadanya karena dia pasti sangat membutuhkannya. Cinta lebih berharga dari puluhan boneka yang akan dia terima di hari ulang tahunnya nanti.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »