Biarkan Saja

Biarkan Saja

Seorang lelaki berjalan menuju ke rumahnya. Kakinya memainkan kerikil dengan cara menendang-nendangnya. Secara tidak sengaja, lelaki itu menemukan sebuah liontin yang telah retak. Ia pun menuju ke sebuah toko antik yang ada di ujung jalan. Pemilik toko membeli liontin itu dengan harga 100 dollar dan ternyata liontin yang ia temukan adalah liontin kuno.

Lelaki itu melanjutkan perjalanan dan teringat akan lemari anaknya yang telah rusak. Lelaki itu membeli sebuah lemari dan memanggulnya. Belum sampai di rumahnya, ada seorang wanita yang menawar lemari miliknya dengan harga 300 dollar. Diapun menerima tawaran dan melepaskan lemari yang dibelinya. Ia memastikan kembali uang yang berada di sakunya. Ketika lelaki itu mengeluarkan uang, tiba-tiba ada seekor anjing yang menabraknya. Ia terkejut dan uangnya jatuh ke dalam sungai. Ia tak dapat mengambilnya karena arus sungai yang deras.

Anaknya yang kebetulan melintaspun menghampirinya dan bertanya, "Apa yang ayah lakukan di sini dan apa yang baru saja jatuh ke sungai?"

"Oh, hanya sebuah liontin retak," jawabnya dengan santai.

Terkadang kita begitu berat untuk menerima sebuah kehilangan. Rasa tidak rela itu yang pada akhirnya membuat hati kita begitu kecewa. Jika Tuhan menghendaki untuk menjadi milik kita, maka tak akan ada seorangpun yang dapat mengambilnya, begitu pula dengan sebaliknya. Maka nikmatilah hidup itu dan jangan jadikan sebuah kehilangan sebagai beban.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »