Tuhan Berada pada Prasangka Hamba-Nya


Prasangka Hamba-Nya

Kemarau penuh, debu menjadikan pandangan kabur sebab wajah tertutup bersama jemari ini untuk melindunginya dari serpihan-serpihan tajam menyayat mata, kemarau panjang tentulah matahari semakin kuat dengan pancarannya, semua insan bertarung melawan sengatan Sang Raja Matahari demi kepuasannya yang beragam. 

Tahta, pendidikan, perekonomian atau pun hal lainnya yang dianggap perlu untuk dipenuhinya. Hingga saat itu kutatap sosok tua dengan kayuhan sepeda yang selalu menemaninya setiap hari hanya untuk mengais rizki demi keluarga, beliaulah ayahku. Berjalan dalam rentan waktu yang cukup lama, 20 tahun beliau kayuh sepeda tuanya untuk mengitari sumber penghasilan tanpa bosan. Aku saksi perjuangan Sang Ayah, maka siapa yang tidak akan rela jika orang-orang yang dicintainya harus merasakan kesulitan, kepayahan bahkan sedikit untuk mencapai kesejahteraan? Aku berlari jauh hingga sosok pria itu datang menghampiriku, ia adalah saudara sepupuku, berkata ia kepadaku:

“Ada apa, kenapa kamu harus berlari menjauhi keluargamu?” ujar Toni sepupuku.

“Aku bingung, aku tidak bisa melihat pola kerja ayahku yang seperti itu. Tapi Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa,” kataku lirih.

“Kamu ingin membuatnya bahagia?”

“Jika kamu ada di posisiku, apa yang akan kamu lakukan?” tanyaku dengan suara lantang.

“Aku sangat mengerti, sekarang coba kamu lihat dan tatap orang yang berada di bawahmu, ialah mereka yang tidak punya orang tua, mereka yang harus mengemis demi sesuap nasi, dan mereka yang harus tinggal di kolong jembatan bahkan masih banyak kondisi-kondisi yang sangat memprihatinkan itu terjadi di sekitar kita. Apakah kamu sudah memahaminya? Hidup itu perjuangan. Cintailah kebahagiaan agar kamu ceria dan cintailah kesedihan agar kamu dewasa, syukuri apa yang ada, maka hal itulah yang akan mendamaikan hatimu. Jangan pernah kamu berfikir bahwa masalah yang  kamu hadapi itu adalah terbesar dan tersulit. Banyak orang yang jauh lebih sulit dalam mengatasi kehidupannya. Maka dengan begitu kita akan selalu mensyukuri nikmat Tuhan. Ingat! Tuhan tidak akan membebani nasib suatu kaum melebihi batas kemampuannya. Sesungguhnya bersama kesulitan akan ada kemudahan dan Tuhan selalu berada pada prasangka hamba-Nya, jika kita berprasangka baik untuk diri kita dan masa depan kita maka skenario Tuhan jauh lebih baik dan sangat luar biasa tanpa kita mampu menebaknya. Percayalah. Tuhan Maha Tahu.”

Kisah Inspirasi oleh Rodiatul Maghfiroh

Ikuti Lomba menulis Kisah Inspiratif DI SINI

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »