Ibuku Tersayang


Ibuku Tersayang

Ayah saya adalah orang yang ramah, penyayang dan suka menolong orang lain dan  ibu saya adalah ibu yang sangat rajin bekerja, pintar dan  wanita yang paling cantik di antara kakak atau adiknya. Dari cerita ayahku, sebelum saya lahir awalnya keluargaku adalah keluarga yang sempurna, bahagia, kami hidup berkecukupan. Ayah dan Ibuku berdagang sembako di rumah, jualannya sangat laris karena banyak pembeli yang senang membeli barang dagangan orang tuaku. Tentunya rejeki orang tuaku banyak, dan mereka sangat bahagia saat itu.

Sayangnya, kebahagian itu segera sirna saat aku lahir ke dunia ini, di saat kelahiranku usaha orang tuaku bangkrut, karena ditipu/dibohongi orang lain. Uangnya habis ludes dilarikan orang lain. Kebangkrutan usaha ayah dan ibuku membuat mereka sangat frustasi, sungguh malang nasib keluargaku saat itu, terutama ibuku. Ibuku tidak bisa mengendalikan emosi, tidak sanggup menahan beban berat yang menimpa. Ibuku tidak bisa menguasai diri dari keinginan akan harta duniawi. Ibu tidak bisa berjuang melawan beban yang dialaminya.

Hingga akhirnya ibu saya stres, pikirannya hancur, jiwanya sakit  dan hal itu sangat berdampak bagi saya, apalagi saat itu saya masa kecil dan butuh perhatian lebih dari seorang ibu, seiring dengan kejadian itu, masa kecil saya jadi sangat menyedihkan, kehidupan keluarga jadi berantakan, ayah dan ibu saya berpisah, dan saya beserta saudara saya dirawat oleh nenek saya, dan yang paling menyakitkan lagi penyakit stress ibu saya tidak bisa diobati lagi, dan sampai hari ini penyakit stres ibu belum sembuh total.

Seandainya, ibu saya mampu menguasai diri mungkin sampai saat ini ibu saya masih sehat dan bisa bahagia bersama dengan kami anaknya. Hal ini menjadi pelajaran bagi saya untuk menjalani hidup. Agar saya tidak mudah emosi, tidak mudah stres, tidak iri kepada orang lain yang ibunya masih sehat dan bisa menguasai diri dari hal-hal keinginan duniawi. Menjalani hidup enjoy dan tenang, biarkan semuanya berjalan bagai air yang mengalir dan ketika masalah datang dalam hidup saya, saya selalu percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan masalah yang berat melebihi kekuatan saya.

Kisah Inspiratif oleh Sartika Simatupang

Ikuti Lomba Menulis Kisah Inspiratif DI SINI

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »