Kumpulan Kisah Inspiratif

Dia Sudah Tiada

10/02/2014

Dia Sudah Tiada


Dengan hati yang kacau, kucoba untuk mengawali cerita tentang ayahku yang tepat pada hari ini, satu tahun setengah aku tanpa kehadirannya. Akan kucoba kembali untuk mengingat semua hal yang pernah terjadi antara aku dan ayah.

Ayahku, bukanlah siapa-siapa. Dia hanyalah seorang lelaki hebat yang mampu membesarkan anak laki-laki bodoh sepertiku. Ya, aku memang bodoh! Aku terlalu menghabiskan waktu remajaku dengan dunia luar. Aku tak pernah memberikan suatu kebanggaan untuk ayahku ketika dia masih hidup! Aku bodoh. Aku bodoh.

Aku sangat tidak suka dengan hal-hal ini.

Ketika teman-temanku dengan bangganya menceritakan masa-masa liburan bersama ayahnya ,memancing bersama, mengecat rumah berdua, menonton bioskop berdua, dan banyak lagi yang lainnya. Lalu aku? Aku harus menceritakan siapa? Mungkin aku hanya bisa menceritakan kenangan-kenangan yang sudah lama, kenangan yang hanya menjadikanku terperosok ke dalam lubang penyesalan sedalam-dalamnya.

Ketika sore hari menjelang temaram, aku sangat yakin kalau saat-saat itu adalah waktunya ayahku pulang bekerja. Aku selalu menunggunya di depan pintu rumah, aku sangat senang bisa membantunya mengambilkan sepatu untuk kuletakkan di atas rak, serta membawakan koran yang setiap hari selalu ia bawa dari kantornya. Namun sekarang kemana ayahku? Hari sudah malam, kenapa ayahku belum pulang juga?

Sekarang yang terdengar hanyalah suara isakan tangis ibuku saat membacakan lantunan surat yasin di malam jumat selepas sholat maghrib. Ketika bulan Ramadhan tiba, aku iri pada kalian yang selalu bersama ayahnya ketika pergi sholat tarawih, dibangunkan ayahnya ketika jam sahur tiba. Aku? Apakah kuharus menggali kuburan ayahku agar kami bisa bersama-sama lagi?

Ketika hari raya Idul Fitri tiba, kulihat sanak saudara dengan lengkap berkumpul di hari itu, saling mengucapkan kata "maaf", bersalam-salaman, dan bersuka cita merayakan hari kemenangan. Tetapi ada yang kurang, ada yang hilang di rumah ini! Aku sungguh memiliki banyak dosa kepada ayahku! Aku harus meminta maaf pada siapa? Bersalaman pada siapa?

Dia sudah tiada... Ya, dia sudah tiada...

Kisah Inspiratif oleh Yudistira Dwi Utama

Ikuti Lomba Menulis Kisah Inspiratif DI SINI

Baca Juga:

0 comments