Kumpulan Kisah Inspiratif

Aku Temukan Kedamaian

9/26/2014

Aku Temukan Kedamaian


Saya besar di sebuah keluarga muslim yang dulunya mama saya beragama nasrani, namun karena pernikahan dengan papa saya yang beragama non nasrani, beliau harus menganut agama yang sama dengan papa saya. Saya menjalani ibadah-ibadah dalam agama yang dianut papa dengan rutin meskipun saya sendiri mengakui bahwa saya tidak memiliki hubungan "intim" dimana saya bisa benar-benar mengandalkan Tuhan dan saya juga menjalankan ibadah karena sangat takut akan siksaan nerakanya. Untuk informasi saja, pergaulan SMP saya tidak baik. Banyak teman yang hanya menjerumuskan saya, dan pacar yang saya sadari hanya punya nafsu belaka.

Sewaktu saya lulus SMP, saya mengikuti sebuah tes untuk masuk SMA negeri. Saya sangat takut tidak lulus tes karena takut membebani orang tua jika harus masuk SMA swasta, di sisi lain juga saya takut berpisah dengan teman-teman SMP. Segala upaya dilakukan orang tua saya untuk dapat masuk SMA negeri namun gagal. Bahkan mama saya sudah membayar uang (suap) untuk tes tapi guru tersebut meninggal sebelum tes dan banyak sekali halangan. Seperti benar-benar tidak diperbolehkan oleh Tuhan.

Akhirnya saya mengikuti tes murni dan gagal saat itu saya marah kepada Tuhan. Bahkan ibadah secara agama papa semua sudah saya lakukan. Saya sangat sedih dan merasa Tuhan tidak ada sangkut pautnya dalam upaya hidup saya. Akhirnya saya masuk sebuah sekolah nasrani karena lokasinya dekat rumah. Kami diharuskan ikut kebaktian tiap Minggu. Saat itu saya mengenal Tuhan Yesus. Saya merenung dalam hati "Kenapa orang ini mau mati buat saya? Benarkah?" Saya buang pikiran itu jauh-jauh.

Tapi entah mengapa saya merasa selalu tertarik akan Tuhan Yesus. Seperti sebuah kerinduan dan kekosongan. Meskipun saya takut sekali mengakuinya pada saat itu tapi saya menyimpan kasih akan Tuhan Yesus dalam hati saya. Saya tidak berani ke gereja namun saya membangun gereja di hati saya.

Suatu saat seseorang meminta saya untuk berdoa bersama dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat saya. Pada saat itu seperti ada kekosongan yang terisi dalam hati saya. Saya mengerti betapa Tuhan sangat mengasihi saya dan Tuhan mengangkat saya. Betapa Tuhan tidak ingin saya kembali ke dunia lama yang jauh dari-Nya. Saya berpikir betapa 'hancurnya' saya jika masuk ke SMA negeri tempat teman-teman lama saya dan melanjutkan pergaulan yang buruk itu. 

Sungguh rencana Tuhan ajaib dan sekarang saya sudah menerima Tuhan Yesus. Biar Tuhan tutup telinga saya saat orang-orang mengatakan saya kafir karena keluar dari agama lama saya. Karena saya sudah mengalami sendiri perbuatan-perbuatan besar dari-Nya. Sekarang saya rutin ke gereja bukan semata-mata karena takut neraka namun karena saya tidak ingin menyalibkan Tuhan Yesus lagi dengan dosa saya. 

Sekian kisah dari saya. Saya tidak ada maksud menyinggung pihak atau agama manapun.

Kisah Inspiratif dari Yaya Lee

Baca Juga:

0 comments