U M I

Umi


Dear You,

Umi, bagaimana kabar panjenengan hari ini? Sudah masak apa hari ini mi? Bagaimana dengan ternak bebek dan ikan abi di rumah?  Umi, semoga hari-hari umi di rumah selalu diberikan kemudahan dan kesehatan dalam menjalankan aktivitas ya.

Alhamdulillah kabar Ena sehat mi. Sekarang Ena sudah semester 7 dan sedang menjalankan skripsi, 1 minggu yang lalu uma usai menjalankan KKN. Dan Alhamdulillah bisnis kecil-kecilan uma lancar  dan insyaAllah cukup untuk kebutuhan dalam 1 bulan dan perkuliahan Ena. Terimakasih umi, sudah mengajariku mandiri sejak kecil. Ena  semakin bersyukur memiliki umi.

Sungguh, Ena sangat bersyukur, karena engkaulah sesosok malaikat yang telah Allah turunkan ke bumi untuk melahirkan generasi hebat seperti kami, kami tak akan melupakan perjuangan panjenengan umi. Di masa kecil kami, engkau telah bersusah payah bersama abi mengais rupiah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kami ingat, kala itu tahun 70-an gaji abi 75 ribu, angka itu sungguh tidak cukup untuk kebutuhan dalam satu bulan kan mi. 65 ribu untuk mas Kharis di ma’had solo, sisa dari gaji abi hanya 10 ribu, sisa itu untuk sekolah mas Andi mbak Sari dan Ena, makan dan keperluan dalam 1 bulan, oleh karena itu umi rela memeras keringat membantu abi. Kami ingat ketika umi, mengajar di TK ABA, kami ingat umi dan abi ternak lebah madu, kami ingat ketika umi beli pisang lalu dijual kembali, kemudian buat kerupuk, dan jual nangka dan masih banyak sekali perjuangan umi untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anakmu. Doakan kami agar selalu semangat berjuang di jalan Allah ya mi, seperti abi dan umi.

Sungguh rasanya ingin sekali Ena segera lulus dan dapat bekerja. Sehingga bisa segera menyenangkan umi dan abi, impian uma dulu adalah bersama umi dan abi datang kebaitullah melaksanakan rukun islam yang ke 5. Tapi karena umi dan abi sudah terlebih dahulu berkunjung ke rumah Allah melaksanakan rukun islam yang ke 5, cita-cita itu tidak Ena urungkan, Ena tetap ingin mengajak abi dan umi kebaitullah untuk umroh  jika Allah menghendaki, semoga Allah ijinkan abi dan umi berumur panjang ya mi. Ijinkan Ena membahagiakan umi da abi terlebuh dahulu.

Terima kasih umi, telah mengenalkanku dengan Allah sejak kecil, mengenalkanku ilmu Allah sejak kecil, mengajariku mandiri, mengajariku sopan santun, mengajariku lebih bersyukur, besabar, mengobati dan menjagaku siang malam. Saat kuterbaring lemas dalam kesakitan, umi selalu menyemangati dan memotivasi diriku dan masih banyak hal yang umi berikan ke putra putrimu. Umi adalah guru terhebat dalam hidupku.

Kini  aku telah tumbuh dewasa umi, berapa sering kutolak permintaanmu ketika Ena di rumah, walau hanya sekadar membelikan sesuatu di warung walau hanya sekedar memijit kakimu yang lelah seharian dengan pekerjaan rumah yang tiada habisnya, maafkan Ena ya mi. Ena sungguh mencintai dan menyayangi umi karena Allah.
With Love,

UI

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »