Sahabat Terbaik


Sahabat Terbaik


Dear You,

Tak terasa sudah sepuluh tahun kita menjadi sahabat. Saat-saat yang sangat berat kulalui dulu, kini tak lagi kurasa. Karena kamulah yang selalu memberiku tempat. Saat-saat dimana aku mulai kehilangan kepercayaan diriku sebagai seorang manusia yang terlahir di dunia. Tak ada yang mengerti tentang aku. Tak ada yang mau peduli denganku. Melirikku sedikitpun tidak apalagi orang yang mau mendengar keluh kesahku? Tetapi, saat kau hadir, kau mulai memberiku cahaya kehidupan. Kaulah yang selalu menjadi tempat labuhku saat hati ini mulai berantakan. Kau jugalah yang menjadi tempat sandaran saat hati ini hancur. Tak sedikitpun kau mengeluh tentang aku yang menjadi bebanmu. Kau hanya tersenyum mendengar ocehanku jikalau ceritaku ini lucu. Terkadang kau ikut menangis saat cerita-cerita sedih yang kuluapkan kepadamu.

Ingatkah saat kita berucap janji pada tanggal 17 Januari 2009, tepat pukul 17.00? Kita berjanji bahwa kita akan selalu menjadi sahabat apapun yang akan terjadi dan dimanapun kita berada. Meskipun jarak yang memisahkan karena kita melanjutkan ke perguruan tinggi yang berbeda, janji kita tak akan terlupa. Kau masih setia mendengarkan curhatku maupun keluh kesahku, tentang teman-teman baruku maupun pacarku. Tetapi, mengapa tak sedikitpun kau berbagi kisahmu padaku? Apakah karena kau tidak ingin menjadi bebanku? Apakah karena kau terlalu menjaga janjimu yang akan selalu menjadi tempat keluh kesahku tanpa pamrih? Ah, rasanya tidak adil Ari. Aku juga ingin menjadi tempat kau meluapkan keluh kesahmu, apapun itu. Karena kita adalah “Best Friend Forever”.

Aku tidak ingin menjadi sahabat yang tidak tahu diri akan posisiku. Aku harap kita saling berbagi cerita. Entah itu cerita sedihmu ataupun cerita bahagiamu, Ari. Ingatlah aku akan selalu menjadi sahabat terbaikmu karena aku tidak akan mengingkari janji kita. Mungkin peribahasa “Tak ada gading yang tak retak” itu memang benar adanya tetapi bagiku peribahasa itu tidak untuk kita, karena aku yakin “Persahabatan kita akan tetap setia sampai maut diantara kita menjemput”. Saat itulah aku akan benar-benar kehilangan kamu, atau kamu akan kehilangan aku sebagai “Sahabat Terbaik Selamanya Yang Pernah Kau Miliki Dan Yang Pernah Aku Miliki.”

With Love,

PW

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »