Pernah Ada Seorang Wanita yang Mencintaimu

Wanita yang Mencintaimu


Dear You,

Banyak hal yang ingin kukatakan, tapi tak pernah ada cukup keberanian untuk memulainya. Takut memberikan ketidaknyamanan, seperti yang sering kamu ucapkan. Tapi sepertinya aku tidak akan pernah berhenti. Maafkan aku untuk semua itu.

Semua ini tentang rasa yang mungkin tidak akan kamu mengerti tapi kuharapkan kamu untuk memahaminya. Sejak malam pertama aku memutuskan untuk bersamamu, aku telah jatuh cinta. Kamu bukanlah pilihanku untuk melarikan diri dari kesepianku. Kamu adalah sesuatu yang hatiku inginkan. Kamu bukan cinta pertama tapi kamu adalah cinta yang merubahku terlalu banyak. Aku belajar bersabar dari mencintaimu, belajar menghargai setiap menit waktu dari kebersamaan, aku belajar bahwa ternyata jarak dapat meneguhkan hati. Aku belajar tentang mencintai adalah mempedulikan kebahagia seseorang yang kita cintai.

Seringkali aku berpikir bahwa yang kamu butuhkan adalah seseorang yang kuat. Untuk tersenyum ketika kamu pergi dan berbahagia ketika kamu kembali, sehingga kini aku dalam tahapan belajar untuk menjadi kuat. Tapi menjadi kuat bukanlah sesuatu yang mudah. Aku belum mampu menjadi wanita itu.

Aku menangis ketika kamu pergi, aku hanya takut jika waktu tidak lagi memberikan kesempatan kepadaku untuk menemui kembali. Bukankah banyak hal bisa terjadi dalam satu hari? Aku merasa sedih ketika menunggu kamu pulang, menghitung setiap hari yang berlalu tanpa bisa melihatmu, dan harusnya aku akansangat bahagia ketika kamu pulang. Aku bahagia, tapi kesedihan itu menetap.

Aku bahagia bisa memelukmu, merasakan kenyamanan dari baumu, hangatmu. Aku bahagia hingga tempat favoritku adalah di sampingmu. Aku bahagia bisa melihat senyumanmu, aku bahagia melihatmu tertawa dan kemudian tertawa bersamamu. Aku lebih bahagia dibandingkan hari-hari tanpa adamu. Tapi menyadari bahwa hari-hari itu akan menjadi kenangan ketika kamu pergi membuatku patah hati. Aku hanya ingin memandang wajahmu, ketika kamu bersedih, ketika kamu marah, ketika kamu lelah, aku ingin menjadi alasan untuk menjadikannya–ketika kamu bahagia.

Tidak ada kebetulan dalam hidup, selalu ada rencana dan alasan dari setiap kejadian mencintaimu mungkin takdirku, atau bisa jadi ini adalah karmaku. Tanpa butuh pemikiran, tanpa butuh keyakinan, tanpa pertanyaan dan aku tahu aku mencintaimu. Begitu saja!

Aku bahkan tidak pernah mengira jika aku mampu mencintai seperti ini. Jika kamu pernah mendengar “cinta gila” bahkan belum mampu menggambarkan rasaku. Tak ada hari berlalu tanpa aku memikirkanmu, bahkan tanpa menutup mata aku pun mampu melihat jelas bayangamu. Ada malam dimana kadang kala aku terbangun seakan mendengar suaramu. Banyak hal-hal kecil yang mengingatkan aku padamu, seperti segelas teh hangat di malam hari lebih dari sekedar hal biasa buatku, sekotak coklat, komik, ice cream, bahkan tusuk gigi konyol pun menjadi bagian yang memunculkan dirimu. Semua bagian dari diriku menjadi semua hal tentangmu.

Tak ada yang kusesali dari mencintaimu, kecuali waktu, jika aku punya kekuatan untuk memutarnya, maka akan kucintai kamu sejak dulu. Agar ada ribuan hari lagi dimana aku dapat melihatmu menjalaninya bersamamu.

Sejak hari pertama aku telah mencintaimu saja, tak ada keraguan, bagaimana mungkin aku berpaling, jika semua waktu dan energi telah kuhabiskan untuk mencintaimu, merindukanmu, menunggumu, mencoba membahagiakanmu. Namun banyak hal dalam hidup ini yang penuh dengan ketidakpastian. Seringkali kita tidak tahu kemana kehidupan  ini mengarah, seperti aku mencintaimu hari ini. Tapi aku tak dapat menjanjikannya untuk esok hari.

Apapun nanti, kemanapun semua ini berakhir. Aku ingin kamu menjadikannya sebagai kenangan. Dan kamu ingat kembali ketika kamu merasa sendirian. Pernah ada seorang wanita yang mencintaimu. Tergila-gila!

With Love,

JU

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »