Perawatku


Perawatku


Dear You,

Aku tak menyangka sekarang  rasa ini menjadi sebegitu besarnya. Berawal dari tempat yang sangat kutakuti, akupun bertemu denganmu. Penyakit ini, menyakitkan tapi aku bahagia karena dipertemukan denganmu.

Maafkan aku sayang. Awalnya, aku memang belum bisa merasakan cintamu, namun kini aku menyesal karena telah mengabaikanmu. Karena kini rasa ini tumbuh begitu liarnya. Namun kini kau menghilang bagai asap yang melayang di udara. Kaupun mengacuhkaanku dengan baik. Kau bagai menghapus semua jejakku. Hatiku menangis, apa masih adakah rasa itu untukku? Apa sebenarnya yang kau cari selama ini? Tak lelahkah engkau? Aku mohon sapalah aku, aku di sini dengan setia menunggumu kembali walau rasanya begitu sakit menunggu tanpa kepastian. Tapi aku tetap menunggu, aku masih berharap kau akan datang lagi suatu saat.

Suatu saat nanti, aku akan menunggunya. Dulu kau pernah bilang “jika aku tak menghubungimu bukannya aku tak peduli,tapi aku ingin melihat kesungguhanmu dan melihat seberapa pentingnya aku untukmu”. Saat itu, hati dan mulutku begitu kaku, tak bisa merasakan cinta tulusmu itu, bodohnya aku!

Tapi tahukah engkau, setiap hari tak pernah kulewatkan hari tanpa merindukanmu. Walau air mata ini terus mengalir mengingatmu telah begitu jauh dari gapaiaan tanganku. Aku selaluberdoa, kita bisa dipertemukan lagi. Aku mohon, sapalah aku. Karena ada yang belum sempat kuberitahu, dari hatiku yang terdalam kuberitahu bahwa sekarang tak ada lagi sedikitpun keraguan bagiku untuk mencintaimu dan takkan ada kesenangan lain selain bersamamu.
With Love,

NDA

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »