Matematika Cinta

Matematika Cinta


Dear You,

Valentine tahun lalu untuk pertama kalinya kulihat kau berdiri tegak lurus lantai. Kulihat alismu yang berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 4 cm. Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari padamu. Kurasakan cinta yang rumit bagaikan invers matriks berordo 5×5.

Satu tahun telah berlalu. Kurasakan cintaku bertambah, bagaikan deret divergen yang mendekati tak hingga. Limit cintaku bagaikan limit tak hingga. Dan aku semakin yakin, hukum cinta kita bagaikan hokum kekekalan trigonometri sin2+cos2 = 1. Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini menjadi milik kita berdua. Dari titik sudut yang berseberangan, kau dan aku bertemu di perpotongan diagonal ruang.

Semakin lama kurasakan cintaku padamu bagaikan grafik fungsi selalu naik yang tidak memiliki nilai ekstrim. Hanya ada titik belok horizontal yang akan selalu naik. Kurasakan pula kasihku padamu bagaikan grafik tangen (90o < x < 270o). Namun aku bimbang. Kau bagaikan asimtot yang sulit bahkan tidak mungkin kucapai. Aku bingung bagaikan memecahkan soal sistem persamaan linear yang mempunyai seribu variabel dan hanya ada 100 persamaan. Bahkan ekspansi baris kolom maupun Gauss Jordan pun tak dapat memecahkannya. Mengapa rasa ini tak pernah hilang.

With Love,

EAN

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »