Kutunggu


Kutunggu


Dear You,

Kamu lagi apa, sayang? Masih tidur, ya? Aduh, kasihan. Pasti kamu lelah benar, setelah semalaman begadang menjaga lapak kecilmu. Keringat dinginmu pasti terusir badai yang menerjang tadi malam, ya? Semoga setelah ini kamu tidak terserang demam, atau masuk angin seperti yang sudah-sudah. Apalagi sekarang sedang musim banjir. Aku jadi kuatir.


Sehat terus ya sayang. Sabar dan terus berusaha. Percayalah, nanti akan ada jalan untuk kita bersama. Rupiah demi rupiah yang kamu kumpulkan tiap malam itu, yang akan membawamu kepadaku. Mengikat kita dalam ikatan suci yang insyaallah abadi sampai akhir.


Sayang, aku tahu kamu lelah. Aku juga tahu, terkadang kamu bosan, bertarung dengan dingin malam, bernaung dibawah tenda yang hanya selebar kain kafan. Kudengar keluhmu yang kebasahan diterjang hujan. Namun hidup memang seperti itu, yank. Penuh haru dan kelam.


Bertahan ya, calon imamku yang amat kusayang. Demi Allahku yang telah memberi kita cinta, aku yakin kamu bisa menjemputku dalm waktu dekat, tak lama lagi. Aku tidak meminta hidup serba ada, bermewah-mewah dan penuh kesenangan dunia. Tidak.

Lapak kecil pinggir jalanmu itu, cukuplah menjadi sumber kehidupan. Aku, kamu, dan keuarga kecil kita nanti. Sayangku, aku membayangkan suatu hari nanti kan berbaring di sisimu, berceloteh tentang hati-hariku, dan kaupun kan mengecup keningku mesra, dalam halal dan ridho yang maha kuasa. Insyaallah.

Kutunggu kamu, mewujudkan mimpi itu...

With Love,

NS

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »