Kesucian Cintaku

Kesucian Cintaku


Dear You,

Aku tak mengerti mengapa tinta ini tertuang, aku tak sadar kala jemariku menari indah di ujung pena untuk mencurahkan rasa rindu ini. Di antara rintik-rintik hujan bayangmu hadir penuh keindahan, menjelma menjadi pelangi di hatiku.

Aku tahu rasa rindu ini tak seharusnya berada di ruang hatiku, namun tanpa permisi dia telah memasukinya bahkan memiliki kuncinya, dan kunci rinduku adalah cinta untukmu. Tak dapat lagi melihatmu adalah hal yang paling membuatku terluka, meskipun sebenarnya sepasang mataku dapat melihat keindahan sosokmu, sungguh aku merasa sangat sulit untuk menatapmu. Karena mungkin di hatimu tak pernah menyediakan tempat untukku istirahat di saat aku terlelah, dan membiarkan aku untuk menatap senyumanmu yang mengukir.

Entah bagaimana lagi caraku untuk menyimpan dan membungkus rapi rasa ini. Cinta ini selalu memaksaku untuk mengakuinya. Aku tak pernah bisa membuka mataku demi sekedar melihatmu berbicara dengan wanita lain, sesuatu hal yang tak pernah kita lakukan sama sekali. Kita saling membisu di saat saling bersimpangan, saling menunduk ketika berpandangan, saling berpaling di saat berhadapan. Apakah itu artinya tak pernah ada perasaan itu di hatimu? Maaf karena dengan lancang tanpa permisi menggoreskan namamu di hatiku, menuliskan sajak-sajak pengharapan padamu. Aku hanya mampu mengungkapkan perasaan ini di hadapan garis-garis hitam di atas lembar putih ini.

Mungkin, aku bukan penyair yang bisa menjadikan rindu ini sebait puisi yang terangkai untukmu, mungkin aku bukan pula seorang musisi yang bisa menjadikan cintaku lirik yang indah. Namun aku ingin menjadi penulis kaligrafi, agar aku bisa menuliskan ayat-ayat suci yang selalu menjaga kesucian cintaku untukmu. Dan kan kubiarkan hingga saatnya tiba, kala waktu berbicara pada garis tangan bahwa aku tercipta untukmu.

With Love,

BS

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »