Aku dan Rasa

Aku dan Rasa


Dear You,

Aku bukan penyair yang bisa melalui lembaran-lembaran putih itu dengan potongan-potongan yang bermakna. Aku bukan peramal yang bisa mengintip si merah yang tersembunyi. Aku bukan tentara yang bisa membentuk sebaris keteraturan dimanapun berada.

Aku!
Aku hanya seorang wanita yang mempunyai rasa. Rasa yang seringkali tak kuketahui maknanya. Bahkan sampai sekarang. Dan aku tak mempunyai keberanian untuk memampangkan rasa itu. Itulah aku, lalu bagaimana aku menerjemahkan rasa yang kau punya? Sedangkan aku sendiri bukan seorang penerjemah handal yang menguasai bahasa perasaan. Dan aku, aku tak mampu untuk memandang lebih jauh.

Katakanlah, agar aku mengerti. Agar aku bisa mempunyai rasa yang kau punya. Agar aku bisa menjadi mediamu untuk berbagi. Agar aku bisa menjadi subyek yang membuatmu tertawa tiada henti. Agar aku bisa mempunyai langkah jauh untuk mengejar inginmu. Agar aku merasa pantas menjadi bagian dalam manisnya perjuanganmu.

Wahai kau, sang pemilik rasa. Bahasakanlah rasamu, agar bahasa menjadi berarti untukmu. Perlihatkanlah rasamu, agar sang pemilik mata menjadi tergoda oleh rasa itu. Perdengarkanlah rasamu, agar telinga-telinga merasa damai dengan suara merdumu.

Dan wahai kau yang berada entah di mana. Berikan setitik cahaya untukku, agar aku mampu berjalan di tengah gelapnya alam. Titipkanlah sepotong gula hidupmu untuk kusimpan di rak lemari hatiku. Tariklah bibirmu, agar aku bisa memandang indah senyummu dan merasakan damai di setiap jejak kakimu.

Wahai kau, yang entah berada di bagian hatiku yang ke berapa, aku hanya ingin menjadi bagian penting dalam nafasmu, di setiap detik kedipan matamu, dalam lantunan suara indahmu. Menjelma menjadi hati yang kau jaga. Merasuk dalam setiap mimpi-mimpimu. Dan mencuri dengar tentang rasa yang berada jauh dari pijakanku.

Agar aku tahu tentang rasa yang kau punya.

With Love,

RA

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »