Aku Benci


Aku Benci


Dear You,

Bukan apa-apa yang aku ingin saat ini, ketika kamu tiba-tiba datang di kehidupanku. Semuanya berubah seketika, aku mulai mengenal cinta dalam dirimu. Awalnya aku takut untuk melakukannya, tapi kamu mulai mendekat dan semakin dekat. Aku takut mengenalmu, aku takut dekat denganmu, tapi semakin lama aku merasa nyaman denganmu. Kau memanggilku dengan kata lembut, aku hanyut. Dan kuputuskan untuk mengenalmu jauh lebih dalam, karena mungkin kaulah masa depanku.

Tapi, entah di saat semua telah mulai aku kokohkan, keadaan mulai berbalik arah. Dari ketidakperdulianku yang telah berubah menjadi membutuhkanmu. Kau mulai menjauh teratur. Aku benci dengan semua ini pada akhirnya. Membenci dirimu juga yang dulu tiba-tiba hidup, tapi ku tak berdaya. Ya, aku marah pada diriku sendiri. Entah menyesal atau apa namanya, aku tak tahu. Tapi inilah yang aku rasakan saat ini. Inilah hatiku, perasaanku, dan rasaku.

Sebenarnya, aku tidak ingin menyembunyikan semua ini. Mungkin kan kuungkap ini di waktu yang tepat. Terkadang, aku berharap kamu ada di sini, dan kukatakan betapa butuhnya dan sulitnya hari-hariku tanpamu. Indah saat mengenangmu dulu yang mengantarku menuju mimpi malam indah . Kau ucapkan kata manis hingga kuterlelap dalam malam panjang. Tapi sekarang telah berbeda. Aku menunggumu di sini. Menanti dengan semua dayaku. Menahan rasa yang selalu datang. Mencoba melupakan semua ini, tapi hati berkata lain. Mengertilah bahwa setiap malam kumengirim pesan penantian kepada Tuhan agar kau selalu datang yang tidak hanya di mimpiku saja.

"Ttuhan sampaikan pesan cintaku padanya, meskipun sekarang telah berbeda, karena aku tak mau semua menjadi larut.”
With Love,

IK

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »