Tertatih Menunggumu


Tertatih Menunggumu


Dear You,

Rasa sakit itu kembali menerpa. Menusuk, perih, pedih. Sekian hari tanpa kabarmu benar-benar terasa menyesakkan. Terlebih saat melihatmu bisa mengabari yang lain. Apa aku sebegitu tak berharganya? Apa aku sebegitu tak nampaknya hingga kau seakan tak bisa meihat keberadaanku meski setiap saat aku berusaha menyadarkanmu akan hadirku. Jujur, lelah rasanya saat kita berusaha menggapai sesuatu yang setiap kali dikejar, saat akan diraih ia terus menjauh.

Air mata ini kembali mendesak. Menghadirkan sesak yang setiap saat semakin jelas terasa. Masihkah kamu di sana? Diam membisu dalam keanggunan tanpa katamu. Adakah kamu masih belum mampu merasai kehadiranku? Yang setiap saat berusaha menarik perhatianmu dan menyadarkanmu kalau aku ada. Ya, aku ada. Di sini, menantimu berbalik, menoleh kepadaku dan tersenyum. Menanti dirimu menyadari hadirku.

Tertatih kumenunggumu. Dengan tekun menyusun rangkaian puzzle rasa sekeping demi sekeping. Penuh kehati-hatian agar tak ada yang salah dan rangkaiannya takkan jatuh berserakan. Sesak itu kembali menerpa. Membuatku seakan tak mampu bergerak. Tubuhku kaku, mulutku membisu. Hanya air mata yang tak berhenti menetes. Dan kusadari sesak itu hadir karena aku rindu.

With Love,

AS

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »