Telah Mencintaimu

Telah Mencintaimu

Dear You,

Pertama, mungkin ini terkesan aneh bagimu, mungkin pula terasa guyon belaka. Seorang teman yang dulu pernah sekelas denganmu, mengirimu surat berwarna merah jambu. Tetapi sungguh, surat ini berasal dari lubuk hatiku yang terdalam. Mungkin mudah bagimu untuk mengacuhkannya, tetapi ini apa adanya dariku. Delapan tahun kita bersama dalam suatu ruang yang disebut ruang kelas. Kita tak pernah bicara apalagi bercanda. Ya, semua orang tahu kita tak akrab. Tetapi, entah mengapa pikiranku selalu tertuju pada tindak tandukmu. Bayangmu selalu muncul dalam bunga tidurku. Aku menyadari banyak wanita di sekelilingmu yang memiliki perasaan sepertiku. Tak mudah bagimu melihatku. Apalagi merasakan keberadaanku. Semua orang tahu aku pendiam dan pemalu. Tak ada yang tahu perasaanku. Tetapi sungguh aku ingin menyampaikannya padamu.
 
Hingga tiba kita berpisah tak satu sekolah lagi, aku belum sempat mengucapkannya. Mungkin ini yang dinamakan cinta pertama. Aku masih menyimpan perasaan ini sampai sekarang dan bodohnya aku yang tak mau jujur. Hanya pada teman dekatku saja aku mampu mengatakannya yang jelas-jelas tak tahu dirimu. Aku tahu ini tak masuk akal,  tetapi aku ingin bilang bahwa aku pernah jatuh cinta padamu empat belas tahun yang lalu dan benih-benih cinta itu kian tumbuh dalam hatiku menjadi rasa sayang hingga sekarang. Terserah kau mau bilang aku apa, yang jelas aku mencintaimu. Maaf bila selama ini aku selalu memimpikanmu menjadi pemilik tulang rusukku karena mungkin dalam hatimu sudah ada pendamping yang kau idamkan. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca surat ini. Aku selalu berdoa semoga kamu menjadi lelaki paling bahagia di dunia karena dapat memiliki wanita yang kau idamkan. Aamiin.

With Love,

EA

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »