Tak Terbalaskan

Tak Terbalaskan

Dear You,

Kau terlihat sangat dewasa dengan gaya berjalan dan berpakaian itu. Kau terlihat sangat berwibawa dengan gaya bicara dan bahasa itu. Kau terlihat sangat menawan dengan senyuman-senyuman itu. Kau terlihat sangat pintar dengan kekaleman itu. Itulah mengapa aku menyukaimu. Bagaimana dengan cinta? Ya, aku memang mencintaimu, namun aku tak memiliki alas an untuk itu.
 
Sebenarnya, aku telah memperhatikanmu sejak lama. Ya, sejak lama. Tapi kamu pasti tak pernah tahu itukan? Karena aku memang tak pernah bermaksud untuk mendekatimu. Aku sadar kamu memang tak menginginkan aku dating mendekat. Juga, mendekatimu hanya akan membuatku lebih sakit, itu karena pada akhirnya kita akan merasakan kehilangan dan akan saling melupakan satu sama lain. Hal yang lain adalah karena aku sadar, cewek lain yang mendekatimu sekarang jauh lebih berharga dari pada aku. Aku hanya ingin kau tahu tentang perasaan ini. Tapi aku tak menuntutmu untuk mengerti semuanya, karena akan sangat sulit bagimu mengerti aku yang telah gila mengagumimu.
 
Aku menyayangimu. Apakah itu salah? Sudah sangat lama aku bertahan dengan perasaan yang tak kunjung selesai ini, itu hanya karena aku sangat menyayangimu. Karena aku saying kamu. Again, I don’t expect you understand. Aku hanya ingin kamu tahu serta memberiku senyuman, walaupun itu adalah senyuman terakhirmu untukku. Namun itu sudah sangat cukup buatku, cukup sekali. Tapi tolong, jangan suruh aku untuk menjauh karena itu susah sekali untuk dilakukan saat aku benar-benar menyayangimu.
 
Tolong, tolong baca surat ini. Tolong anggaplah surat ini seperti kau menganggap cewek itu, ya meskipun kau tak menganggapku. Karena bagiku menulis surat ini untuk mengakui semuanya adalah pengorbanan besar. Lalu apa artinya pengorbananku apabila kautak menganggapnya?
 
Terima kasih apabila sudah membacanya. Aku menyayangimu, dan sekarang kau tahu itu.

With Love,

JZB

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »