Seyuman Terakhir

Seyuman Terakhir

Dear You,

Ada sebuah rasa yang sangat menggangkuku di awal pertemuan kita yang sangat singkat di sebuah tempat yang sangat indah yaitu “rumah Tuhan”, aku tidak bisa mengalihkan pandangku terhadapmu. Waktu seaakan berhenti saat kau tersenyum kepadaku, itu adalah senyuman pertama yang kau berikan kepadaku, semua itu seakan mimpi indah bagiku yang tak kusangkah mimpi buruk akan datang secepat ini membangunkanku dari mimpi indah itu, sebuah mimpi yang menjadi kenyataan terpahit.

Memang sangat pahit karena sangat menyakitkan untukku mendengar kabar kepindahanmu dari tempat ini. Aku tidak percaya senyuman yang kau berikan pada u itu adalah senyuman yang pertama dan untuk terakhir kalinya. 

Setiap  hari aku terus menceritakanmu kepada Tuhan lewat doa, karena hanya dengan cara itu aku bisa sedikit lebih kuat menghadapi kenyataan yang tak pernah bisa aku banyangkan sebelumnya, aku hanya bisa menunggumu di sini dengan harapakan kau akan kemballi di tempat ini, tempat pertama kalinya kita bertemu.

Aku hampir putus asa dengan penantian ini, semua waktu hampir habis tersita hanya untuk memikirkanmu, yang entah ada dimana, adakah arti dari senyumanmu itu? Entahlah, tapi aku merasa sangat senang bisa melihat senyumanmu itu yang terasa tulus dan hangat untukku. Jika kau dan aku dapat bertemu lagi, aku akan berterima kasih karena kau telah memberikan “SENYUMAN TERINDAH UNTUKKU“. Dan aku ingin kau menjadi yang terakhir di hidupku, untuk bisa melewati semua rintangan dan tantangan hidup ini bersama. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu.

With Love,

YY

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »