Pria Idamanku

Pria Idamanku

Dear You,

Ketika semua siswa beristirahat sejenak, ketika itu pula mataku lelah untuk menatap karena terus-menerus diberikan pelajaran-pelajaran sekolah. Mataku sudah tak bersemangat dan mulai redup lagi untuk melihat. Istirahat itu aku duduk di balkon depan kelas, lalu segerombol pria lewat tepat di depan mataku, tapi mataku tertuju pada seorang pria manis tapi sayangnya dia pendiam, mataku seolah mendapatkan energi lagi untuk melihat sekeliling dunia. “Hey kau pria yang sedang kupandang, aku mohon jangan pergi dari jarak pandanganku! Aku masih ingin melihat parasmu yang rupawan dan pancaran senyummu yang menawan.” Hati dan mataku bergumam berbisik ke telingaku. 

Tapi sayangnya pria itu tidak menatapku kembali, mataku seolah ingin redup kembali tapi itu tidak akan terjadi karena mataku sudah diberi energi oleh paras dan senyumnya yang indah. Walaupun hatiku sakit seperti disayat sembilu yang sudah diasah selama 100 kali lebih oleh sikapnya yang seolah benci padaku dan seakan menganggapku tak ada, tapi aku yakin jika Allah mengizinkan aku untuk bersamanya, semua sakit yang aku rasakan akan terhapus laksana gerombolan butir-butir pasir di pantai yang terbawa oleh tarian ombak lautan yang seirama dan membawa butir pasir pergi menjauh dan menghilang.

Dua tahun sudah aku mengaguminya, menatapnya diam-diam dan tersenyum karenanya. Surat ini adalah bukti dari perasaan dan curahan hatiku untuknya. Untuk pria yang menyinari hariku juga menyemangati hidupku. Untuk pria idamanku, pria itu adalah kamu. Iya, pria yang dari tadi aku ceritakan pada goresan ini adalah kamu “ Muhammad Farid Halim “.

With Love,

INF

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »