Pengagummu


Pengagummu


Dear You,

Mentari tetap saja bersembunyi lembut di balik awan.
Padahal aku ingin menitipkan salamku untukmu.
Yang ada hanyalah si awan yang tak ramah.

Selama ini aku hanya berani menjadi seorang pengagum.
Orang-orang yang hanya mampu mencintai dari belakang.
Berusaha mencari kesempatan, hanya untuk menatap lekang dirimu.
Seorang manusia menjadi pengagum, karena ia sadar siapa dia dan siapa yang dikagumi.

Aneh, aku mencintai orang yang bahkan rona matanya aku tak tahu.
Apakah hitam atau coklat.
Aku ingin memberitahumu tentang apa yang kurasa.

Tapi aku sadar apa yang akan kudapatkan.
Jika seorang pengagum, mengungkapkan perasaannya

Kurasa aku nyaman dalam ruang pengagum.
Bukankah, rasa mengagumi akan berubah saat orang yang dikagumi tahu ada sepasang mata yang selalu mengekor?

Aku mencintaimu selembut langit.
Sebening danau.
Dan seindah bunga mawar.

With Love,

YAIN

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »