Muara Semua Cerita

Muara Semua Cerita

Dear You,

Seseorang yang pernah menjadi muara semua cerita, ada satu cerita yg belum sempat kututur. Semoga kau masih bersedia menyimak walau untukmu semua tentangku sudah tak penting lagi.

Suatu hari di tahun 2009, kubertemu seseorang di sebuah rapat. Beberapa kali mengikuti kegiatan, baru hari itu kutemukan sesosok yang mencuri perhatianku, kulitnya gelap tak banyak bicara, hanya kadang sesekali mengernyitkan kening memperhatikan, atau tertawa kecil, lucu namun teduh, sangat teduh.

Tak ada yang merasakan kehadirannya. Kau tahu kenapa? Mereka hanya memiliki mata yang hanya mampu melihat bintang. Sedangkan dia bukan bintang, dia serupa mesin yang menggerakkan alam semesta. Dan kumerasakannya, merasakan senyata-nyatanya.

Belum ada perasaan apapun kala itu, tak ada keinginan lebih dekat apalagi memiliki. Cukup untukku memperhatikannya dari jauh. Walau kadang di dekatnya ingin rasanya kumelebur bersama udara yang dia hirup.

Kutak tahu namanya, tak juga pernah kutanyakan namanya. Sampai pada suatu rapat yang mempertemukan kami lagi, kuhitung cermat posisi duduknya. Kucari di deretan absen dan kutemukan namanya. Nama yang tak asing lagi bagimu, nama yang melekat padamu, hadiah pertama dari cinta pertamamu, orang tuamu.

Kutulis namamu dan kusimpan rapi di lipatan hati. Tak ada yang tahu, tak pernah ada yang tahu sampai seseorang membaca tulisan ini.

Waktu bergulir lambat menikmati kisah kita, mereka juga  yang membawamu datang padaku, juga membawamu pergi dariku. Tapi ada sesuatu yang tidak pernah bisa dibawa oleh waktu, namamu. Namamu masih tersimpan rapi di lipatan hati ini.

With Love,

VA

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »