Lelaki dalam Doaku

Lelaki dalam Doaku

Dear You,

Air mataku luruh dengan sendirinya, ketika ingatanku flashback ke masa-masa dimana aku menghabiskan waktu dengan pakaian biru putih. Entah mengapa, seolah ada sesuatu yang baru kusadari bahwa itu telah menghilang. Ingatan itu masuk tepat ke pusat pikiranku dan membuatku sadar bahwa aku merindukanmu.
 
Aku sama sekali tidak merindukan parasmu, senyummu, suaramu atau canda tawamu, hanya sekedar merindukanmu. Iya hanya kamu. Tidak yang lain. Normalnya, kita akan merindukan kenangan yang pernah kita lewati tapi kurasa bukan, karena memang tidak ada sesuatu yang bisa dikenang. Tidak ada hari-hari, jam, menit atau detik yang kita lewati bersama yang aku tahu hanya sorot mata yang menceritakan semuanya.
 
Entah apa yang membuatku seolah mengertimu. Kita tidak pernah saling curhat, tidak pernah mengobrol, bahkan untuk sekedar menyapapun tidak. Aku bukanlah yang berarti di kehidupanmu, begitu pula denganmu. Kita memang berteman tapi tidak pernah benar-benar saling mengenal, bahkan aku juga tidak mengerti apakah kamu menganganggapku sebagai orang yang kamu kenal. Aku juga tidak bisa berkata 'iya' jika ditanya "apa kamu kenal dia?" tapi berbagai kisah yang telah kita ceritakan, menunjukkan bahwa kita saling kenal.
 
Cerita bukan dalam artian kamu memaparkan semua cerita hidupmu padaku, melainkan pengalaman hidup yang kamu jalani seiring dengan berotasinya waktu. Aku hanya belum bisa percaya seutuhnya, kamu yang dulunya bergelimpung dengan lingkungan seperti itu sekarang berbalik ke kehidupan yang lain. Kehidupan lain yang jauh lebih indah dan membuatku menangis kala aku mengingatmu. Bagiku, kamu bak sahabat sejati tapi bukan benar-benar sahabat sejati. Kamu bukanlah sesuatu yang nyata tapi selalu ada dalam hidupku.
 
Aku rindu kamu. Aku hanya ingin melihat sorot matamu dan memahami semua pahit manis hidupmu. Aku tidak bisa memintamu menemuiku, dan aku juga tidak bisa menemuimu karena kini kita terpisah. Aku tidak pernah punya keberanian untuk menghubungimu. Aku hanya bisa menitipkanmu pada-Nya. Semoga kamu selalu dituntun-Nya menuju jalan-Nya. Semoga kamu tak pernah bosan mengabdi dan mendalami ajaran-Nya. Semoga kelak kamu menjadi pemimpin agama yang baik, menjadi imam keluarga yang sempurna. Kamu adalah lelaki pertama yang turut mengisi doaku.

With Love,

MA

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »