Kita Sahabat

Kita Sahabat


Dear You,

Mungkin kau tak tahu atau bahkan mungkin kau tak merasa, kini aku tengah berdiri di tempat di mana kita terbiasa menghabiskan waktu bersama. Lima tahun bukan waktu yang sedikit untuk mampu kulupakan begitu saja.

Aku merindu, merindu saat di mana pertama kali aku melihatmu, di matamu seolah penuh cahaya bintang yang seketika mengubah hariku yang kelabu menjadi cerah. Saat pertama kali aku mendengar suaramu, yang mampu membuatku merasa damai di sampingmu.

"Kita sahabat," begitu kata yang selalu keluar dari bibir kita. Ketika kita ingin memulai sesuatu untuk membuktikan pada dunia, bahwa kita mampu melakukan yang terbaik, bahwa kita bisa menjadi yang terbaik.

Tetapi, aku bingung. Aku bingung sahabat. Aku mulai resah, aku mulai resah saat tanpa kusadari selama ini di dekatmu aku merasakan denyut nadiku begitu cepat, aku merasakan detak jantungku begitu kencang. Ketika mengingatmu, aku bisa tersenyum-senyum sendiri di sepanjang hari.

Aku bertanya-tanya tentang rasa apakah ini, aku bertanya pada padang rumput di mana di sana tempat kita biasa tertawa dan menangis bersama, aku bertanya pada trotoar jalan di mana  biasa kita berlari-lari kecil kala jam sekolah akan segera dimulai, aku bertanya pada perpustakaan yang penjaganya harus menegur berulang kali, baru kita berhenti membuat kegaduhan. Tapi jawabannya selalu sama, "Cinta" begitu katanya.

Maafkan aku sahabat , harus kuakui aku mencintaimu. Meski kini kau berada di seberang sana, tapi bayangmu tetap tinggal di hatiku, dan wajahmu selalu hadir di sepanjang hariku. Kejarlah citamu, aku selalu ada untukmu bersama doaku.

With Love,

NM

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »