Kejamnya Kenyataan

Kejamnya Kenyataan

Dear You,

Kenapa kenyataan begitu kejam? Kita telah melewati semuanya bersama. Aku selalu melewati semua yang sulit tanpa kehilangan arah. Karena kau selalu di sisiku. Hati ini tak bisa melepasmu pergi begitu saja. Bahkan senyuman yang kau pancarkan masih membekas di pandanganku. Janjimu akan selalu bersama kepadaku selamanya tertulis jelas di pikiranku. Pada siapa aku harus berpegang? Selama ini kau yang selalu ada untukku dan menggenggam tanganku. Kau sungguh tidak melihatku sekarang. Kembalilah padaku. Kenapa kenyataan ini memelukku dengan erat? Bukankah kau tercipta hanya untukku? Rasa ini terlalu membebaniku. Kau datang dan mengucapkan selamat tinggal begitu manis. Di tambah pesan terakhirmu, saat aku mendengarmu menangis sejadi-jadinya. Kapan kau datang lagi? Aku ingin melihatmu. Sungguh
aku merindukanmu.

Aku terus memintamu datang, walau kutahu kau takkan datang. Aku lelah karena terus melangkah menuju ke tempat kau berada. Aku berharap, air mataku yang mengalir dapat membawa semua kepedihan. Aku akan kokoh. Terus mendoakanmu dan setia sampai aku datang ke tempat kau berada. Aku terlalu mencintaimu. Terima kasih telah datang dan menjadikanku cinta terakhirmu. Kau segalanya bagiku.

With Love,

LP

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »