Kala Bulan Merengkuh Matahari

Kala Bulan Merengkuh Matahari

Dear You,

Aku dan kamu amatlah berbeda, ibarat matahari dan bulan. 
 
Kau merekah di ufuk timur, memancarkan sinarmu menerangi langit biru. Diiringi kicauan merdu burung-burung dan bunga-bunga yang bermekaran. Senandung angin yang bersahut-sahutan, bak bernyanyi menyambut kedatanganmu.
 
Sedangkan aku, berusaha menembus kegelapan. Di tengah keheningan, meraba tepian jalan yang tak kunjung berakhir. Mencari keberadanmu yang seakan ditelan malam. Hanya didampingi oleh lampu-lampu jalanan, dan suara gaduh pemabuk dan penjaja cinta.
 
Kukejar kau ke ufuk barat, namun tak dapat kugapai dirimu. Kurasa langitpun tak merestui kita. Siang dan malam menjadi tembok yang memisahkan kita.
 
Namun suatu malam, engkau berbisik padaku, “Kutunggu kau kala gerhana.” Saat itu aku mengerti, Tuhan telah memberi restu-Nya.
 
With Love,
 
ASW

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »