Jarak yang Mengganggu

Jarak yang Mengganggu

Dear You,

"Kamu, kapan pulang?" Ucapku lugu, di sela gerimis yang jatuh satu-satu.

Langit senja jingga yang indah, tiba-tiba berubah akibat perbuatan ornamen kilatan juga guntur. Mataku sayup-sayup memandang keluar dari jendela kamar, memperhatikan kerangka-kerangka bangunan yang membayang. Bata-bata itu memekat warnanya, akibat hujan yang meresap di setiap molekul mereka––memantulkan warna yang sebenarnya; coklat pekat.
 
Sekarang aku bingung, begitu juga anganku yang semakin linglung. Maksudku, hujan ini! Apakah setiap tetesnya membawa cerita? Atau malah sebaliknya; memudarkan cerita dan perlahan menghapusnya? Seperti goresan jahil pada batu bata yang tak lagi terlihat jelas ketika hujan meresapinya.
 
Aku terpaku di sudut kamar. Dihimpit oleh tumpukan pekerjaan yang... huufff membosankan! Ditambah keadaan ngantuk dan nyeri pada kepala yang kian melanda, menyebabkan pikiranku bermetamorfosis terbang ke angkasa, dan mendapat todongan dari beberapa pertanyaan: Untuk apa aku di sini? Apakah garis kehidupan yang membawaku hingga sampai di sini? Memangnya apa itu garis kehidupan? Mengapa dengan lancang dia membawa aku ke tempat ini, lebih tepatnya kota ini? Kota yang memisahkan kita.
 
Medan - Yogyakarta, jarak yang jauh bukan? Aku dan kamu dipisahkan jarak, tak apa hanya karena kamu berada ribuan kilometer dari jangkauanku. awalnya kupikir akan sangat mudah menggantikanmu dengan orang lain. Uppsss, tunggu dulu jangan marah! Toh perkenalan kita juga tak terencana, hasil dari keisengan teman belaka. Tapi perasaanku, hatiku, masih saja melompat-lompat ketika melihat namamu pada sepetak layar empat belas inc di malam hari.
 
Mungkin nanti, ketika datang perasaan yang lebih kuat baru kamu bisa kugantikan. Atau malah tak tergantikan?
 
Sayang, kapan pulang? Cepat pulang. Daripada terus kupaksakan hati di tempat ini, membohongi diri, terus-terusan berusaha menepis jarak. Hanya Untuk menghabiskan secangkir hot chocolate sambil berbincang nyata denganmu di laman social, dari telefon genggam tanpa dapat merengguh sosokmu.

With Love,

MI

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »