Di Sebuah Pantai


Di Sebuah Pantai


Dear You,

Lembayung senja bergurat indah di horizon langit. Desir ombak saling berlomba untuk mencapai bibir pantai berpasir sesegera mungkin. Lalu kembali ke pusat laut. Aku melihat siluet tubuhmu, yang sedang menari indah di sana. Gerakanmu begitu gemulai dan mempesona.

Liukan tubuhmu hidup, meski kau hanya ditemani musik dari alam. Kau adalah seniman jalanan. Menjajakan sebuah seni, untuk sebuah kehidupan. Orang-orang berkumpul, memberikan lembaran-lembaran  kertas dan logam yang bernilai.

Sedangkan aku, hanya bisa melihatmu dari ruang amanku. Aku ingin mengenalmu lebih jauh, lebih dalam. Namun aku tahu siapa diriku, aku hanyalah pelancong dari negeri yang tak pernah kamu tahu. Bukankah, orang-orang sepertimu adalah manusia-manusia yang begitu taat dengan adat dan budaya. Kalian begitu menjunjung tinggi itu semua.

Dan di sinilah aku, manusia yang hanya bisa menikmati bayangan. Manusia yang begitu menyukai senja di negeri orang. Karena di setiap senja, aku mampu melihatmu dari kejauhan. Mencoba mengerti apa yang coba kau sampaikan dalam tarian. Tarianmu mempunyai isyarat. Isyarat yang dititipkan kepada, sang awan, si ombak, dan butiran kecil pasir pantai.

With Love,

YAIN

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »