Cintaku Pada-Mu

Cintaku Pada-Mu


Dear You,

Cintaku sungguh besar untuk-Mu oh ya…Allah
Meskipun kubelum sanggup untuk melakukan hal yang terbaik untuk-Mu
Tapi, jiwa ini telah tergadai oleh cinta dan kasih-Mu yang tiada bertepi…
Di saat hati ini menjerit…Engkau pun mencurahkan sejuta rahmat untukku
Di kala dada ini sesak…Engkau lapangkan hati ini
Di tengah kebingunganku mencari pasangan hidup,
aku kembali diingatkan akan kehadirannya di mimpi-mimpiku sehingga terekam jelas di dalam ingatanku
yakinku semua berawal dari-Mu dan kukembalikan pada-Mu

Sepuluh tahun terakhir…
Itulah waktu yang telah kulewati
Bersama mimpi-mimpi yang tidak pernah bisa kupahami
Kusadari…aku yang sudah memasang bom waktu
Sebuah simpati atas seseorang yang sedang melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an
Perhatian pun sudah mulai dilangsungkan
Tiba saatnya menemukan hal-hal di luar harapan dan dugaan
Dimana kelemahan dan kekurangan menjadi jalan sebuah penolakan
Pertarungan pemikiran pun turut mewarnai
Hingga pergolakan antara hati dan pikiran tak terelakkan lagi
Munculah  kebencian yang begitu mendalam
Sehingga meruntuhkan tirai antara kebencian dan kerinduan
Sejuta harapan kusimpan dalam-dalam
Lantunan doa-doa yang telah aku panjatkan
Dan kesiapan diri untuk menanti sebuah ketidakpastian
Engkaulah tempatku mencurahkan seluruh isi hati ini
Di kala rindu mendera, engkau hadirkan dia
Syukurku untuk-Mu…atas cinta dan kasih-Mu
Kuasa ada di tangan-Mu
Memadukan dua insan manusia yang berbeda begitu mudah bagi-Mu
Candanya, tawanya dan sentuhannya sulit untuk dilupakan
Di kala jiwa ini terjaga
Doa-doa pun kulantunkan
Semata untuk kebahagian dan ketenangan sosok tambatan
Ya Allah, betapa sulitnya aku melupakannya di ingatan ini
Terkadang dia hanya menatapku tanpa sepatah kata untukku
Senyumannya yang syarat makna yang tak pernah bisa kupahami
Diamnya yang penuh kebingungan…
Di balik tatapannya, aku mengajukan sejuta pertanyaan
Pertanyaan semata kulantunkan pada-Mu
Karena hanya Engkau pemilik hati setiap insan di muka bumi ini
Sang pembolak-balik hati yang dirundung kebimbangan
Dia datang dan pergi tanpa sedikit pun pesan
Dia sapa aku…seakan semuanya tidak ada apa-apa
Aku tidak paham
Aku bingung…tidak mengerti
Kehadirannya, membuatku sesak dengan segudang pertanyaan…
Berlulang kuberdoa tuk raih ketenangan, keikhlasan, kelapangan, dan kesabaran
Perasaan ini anugerah yang tak bisa kuhindari
Rasa syukur berbalut kebahagiaan dan kebingungan
Dia bagaikan antivirus di kepala ini, yang secara otomatis meng-update dirinya
Manakala hati ini berpaling, dia absen dirinya dalam ingatanku
Sesekali aku bisa maklum
Sayang hal tersebut berulang dan terus berulang
Dia bermain dalam hati dan pikiranku
Dalam kejernihan pikiran, ku coba untuk diam
Tidak perduli…
Penolakan yang telah kulantunkan pada-Mu
Tidak membuat dia jera untuk tetap hadir dalam ingatan ini
Lama rasanya, aku menolak kehadirannya
Sampai saatnya pikiran ini luluh pada kekuatan hati yang telah terpancang lama
kutunggu hadirnya…
Tapi…tak juga dia ungkap perasaannya.
Dia hanya bisa mengikatku di bawah sadarku…
Bodohnya…aku malah senang dengan ikatan itu
Harapan pun kembali kuukir
Yakinku besar akan hadirnya di alam nyata…
Seiring berjalannya waktu, keyakinan ku luntur
Aku pun terbangun
Aku menangis…
Aku sadar…
Semua hanyalah khayalan di dunia maya
Kumaki diri ini atas kebodohan demi kebodohan yang telah terjadi
Semua menjadi sirna
Kembali aku menjerit kepada Allah…
Lama aku lupakan dia yang telah menorehkan luka di hati ini.
Setelah semua yang terjadi, dia kembali hadir dalam ingatan ini
Menyapa…
Tersenyum…
Dia ungkapkan syair yang sulit kupahami
Kembali aku bertanya?
Buat apa?
Aku bukanlah sang pujangga yang bisa mengartikan setiap sikap dan syair-syairmu
Meski demikian, aku tidak bisa menaikkan amarah ini
Atas sikapmu yang serba membingungkan
Tak sanggup ku lukai hatimu
Melukaimu sama halnya melukai hati ini
Doa-doa kembali kulantunkan tuk terbebas dari segala ikatan
Ikatan yang tidak pasti
Ikatan yang membingungkan
Ikatan yang menjadikan diri ini sulit untuk berpaling…
Aku semakin bingung dengan semua yang telah kualami
Kubebaskan satu ikatan yang tidak pasti
Satu per satu aku bisa memahami apa yang telah terjadi
Meski sejauh ini pemahamanku begitu dangkal, tapi atas tuntunan-Mu aku mulai mengerti
Hanya Engkau yang senantiasa menemaniku dalam sepiku
Menenangkan hati yang sedang dilanda kegelisahan yang begitu mendalam
Memberi  kebahagian, manakala hati dirundung kepedihan dan kepenatan
Cinta-Mu yang besar, membuat hamba malu untuk meminta
Hamba malu untuk berkata tidak..
Aku relakan jiwa ini sebagai hamba-Mu
Engkaulah tempatku berharap
Hanya Engkaulah yang senantiasa memberikan yang terbaik untukku
Besar percayaku pada-Mu
Oh…ya Allah
Kugantungkan semuanya pada-Mu
Yakinku…
Suatu saat Engkau akan mendatangkan seorang pendamping untukku
Dia seseorang yang akan mengobati luka lamaku
Seseorang yang nyata adanya…
Seseorang yang memahamiku…
Tidak banyak menuntutku
Senantiasa ada tanpa kuminta hadirnya
Siap membantu meringankan semua sesak di dada ini
Menerimaku dalam segala kekurangan dan kelemahanku
Menghiburku di kala kesedihan melanda
Hingga kutak dapat menolak setiap qodho dan qodar yang telah tergaris buatku
Hamba menangis…
Jika ditelusuri ke lembaran-lembaran yang telah lalu,
Begitu banyak hal-hal yang telah kulakukan di luar tuntunan-Mu
Meski demikian,  semoga penyesalan  di dada ini masih bisa melewati pintu ampunan-Mu
Amin.

With Love,

LSH

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »