Belahan Jiwaku

Belahan Jiwaku

Dear You,

Senja perlahan menjumpaiku, mendekapku dengan mesra. Entah apa yang terjadi. Aku merasakan sesuatu yang tak biasanya. Gejolak rindu ini menjalar dalam jiwaku. Melaksa dalam getar hatiku. Lewat lantunan kata-kata ini mungkin sedikit bisa menyatakan luapan cerita dalam tirai hatiku. Lewat pena yang tergores mesra dalam lautan tinta harapku, dibalut kerinduan yang mendera dan merasuk dalam diriku. Aku tahu ku bukanlah sang Pecinta yang romantis. Memberikan secawan anggur dan bunga mawar petanda sebuah kasih sayang. Aku juga bukanlah malaikat penjagamu yang selalu menemani dirimu saat dirimu dirundung kesedihan. Tapi, jiwaku dan hatiku merasa apa yang ada dalam jiwa dan hatimu. Diriku layaknya dunia yang membutuhkan matahari untuk menghangatkan kehidupan, diriku bak malam yang merindu bulan, jiwaku terpaut dalam gelora cintamu.
 
Cinta… Kau melebur dalam gemuruh lautan hatiku. Untaian sabda-sabda cinta-Nya menguasai gerak langkah cintaku. Ia datang dan melayangkanku ke alam fantasi. Cinta… Gemuruh rindu tak tertahan mendekapku. Menyiksa batinku, bergelayut dalam lautan jiwaku. Maafkan lakuku yang tak seperti yang kau inginkan. Aku tak mau cinta ini menguasai nafsuku
 
Aku tak mau cintaku dan cintamu ternodai. Oleh sebuah setitik noda yang mencerai. Karena cintaku adalah bagian hidupku. Skenario-Nya akan melantun indah nan syahdu. Biarlah senandung waktu mengikat kisah cintaku padamu. Biarkan cinta ini menemukan takdirnya. Biarkan cinta ini menyelami hakikatnya. Aku tak mau hatimu tersayat oleh belati cinta. Aku tak mau dirimu dibelai duka teramat pilu. Karena bila putaran waktu sudah tiba. Kisah cinta ini akan menemukan kerinduannya. Menelusuri jejak langkah yang akan berjalan terus. Mendaki puncak kesungguhan cinta. Meraih hakikat cinta nan indah mempesona. Dalam ikatan cinta-Nya yang suci dan agung.

With Love,

FT

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »