Ayahku

Ayahku


Dear You,

Kondisi keluarga yang renggang mungkin membuatmu berpikir bahwa aku tak pernah memikirkan kerajaan kecil yang engkau bangun ini.

Ya, memang kuakui betapa bodohnya aku dan betapa tak tahu dirinya aku. Ketika aku tak ingat hari lahirmu, ketika aku sering kali mengeluh di belakangmu hanya karena sebuah rasa ketidakpuasan atas apa yang kau berikan padaku. Aku tak pernah berpikir apa yang ada di balik itu semua, keringatmu yang bercucuran deras hanya demi mendapatkan beberapa rupiah untuk sebutir nasi dan untuk menjamin masa depan anak-anak kesayanganmu bahkan sering kali kau meneteskan air mata karena kau merasa lelah dan tak punya harapan atas apa yang kau kerjakan. Namun, engkau tak pernah melihatkan rasa lelahmu di depan sang buah hati. Engakau selalu memasang wajah tegar walaupun sebenarnya kau merasakan hal yang berbeda. Kulitmu sudah mulai keriput, badanmu juga sudah tak sekuat dulu lagi. Tak pernah kau jadikan alasan untuk mengenal rasa putus asa untuk  memberi semangat dan juga cinta kepada keluarga kecilmu.

With Love,

GD

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »