Awal yang Kurindukan

Awal yang Kurindukan


Dear You,

Dulu saja kita pernah bercanda bersama. Menghabiskan waktu hanya untuk saling menyapa. Semuanya terasa indah bukan? Setiap pertengkaran, kebahagiaan, candaan yang kadang tak bermutu sama sekali, semua itu terekam dalam kenangan yang telah dibawa waktu. Kadang aku bertanya, “Mengapa waktu sedemikian jahat mencuri dan membawa kabur kisah kita?”

Tak kan ada jawab jika aku bertanya apapun sekarang. Kau pun tak pernah menjawab jika kutanya, ‘Kenapa kamu pergi?’ karena aku tak pernah menanyakannya langsung pada dirimu. Tapi, seharusnya kamu paham apa yang aku rasakan. Rasa yang selalu hadir dalam setiap air mata yang kubuang percuma.

Kau jahat! Kau membawaku ke dalam dimensi yang berbeda sehingga aku pun terhanyut dalam deras alirannya. Aku terbawa jauh ke tempat yang tak ku kenali. Tempat yang kadang membuatku tersenyum, namun kadang memberiku banyak luka. Luka yang mungkin kau pun tak sanggup untuk menyembuhkannya.

Kau berbeda! Dan kau pun tak mau dianggap sama. Aku memahaminya. Memahami setiap yang kau inginkan. Tahukah dirimu? Aku tak pernah melakukan ini kepada orang lain. Aku tak pernah memahami orang lain. Kau membuatku jatuh ke dalam lubang yang sering kuhindari. Lubang yang kini membuatku sakit mengaduh tak kenal waktu. Sakit nian luka itu.

Namun, aku tak pernah menyesal tatkala kau membawaku ke tempat ini. Walau sakitnya kian menyiksa, tapi aku jadi mengerti tentang semua bentuk kehidupan. Jika kau tak melakukannya, aku akan tetap menjadi wanita kecil yang lemah. Tak tahu arti kehidupan. Kau membawakan sesuatu yang beda. Mengemasnya indah dalam lara.

Saat kutengok kisah-kisah yang pernah ada di antara kita, aku jadi ingin mengulangnya. Aku rindu pada kisah kita. Mungkin kau tak akan tahu bagaimana dampak yang kau ciptakan dengan hadir di hidupku. Aku pun tak menyangka kalau aku bisa merasakan hal beda ini padamu. Sebelum terlambat, sebelum aku tak bisa lagi menulis kata, sebelum mataku tak lagi bisa memandang wajahmu, sebelum tangan ini berhenti bergerak, aku ingin jujur padamu.

Aku mencintaimu ‘cinta’. Aku sayang padamu lebih dari semua perhatian yang kuberi. Mungkin kata-kata ini tak kan pernah kau baca. Namun, semoga angin membawa kata-kata ini bersama bulu lembut yang menyertainya.

With Love,

RA

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »