Apa yang harus Dimengerti?


Apa yang harus Dimengerti


Dear You,

Jika memang dia bukan untukku, Tuhan. Tolong jauhkan kami. Aku tak ingin perasaan ini kian besar terhadapnya. Aku tak ingin mencintainya. Karena dengan mencintainya, aku selalu membuang air mataku percuma. Dia tak mencintaiku ya Tuhan. Tapi, semakin lama aku semakin cinta.

Air mata yang selalu deras mengalir ini, menjadi saksi kejahatannya dalam jalan lurus yang ia tempuh. Mungkin, dia tak tahu bahwa sikapnya telah menyakitiku. Cinta, cinta, dan cinta. Kenapa kata itu menjadi racun untukku? Sekuat-kuatnya diriku, akan lemah dengan satu kata itu.

Tajam nian pisau cinta, yang kian menggores habis kulit sehatku. Darah berceceran karenanya. Perih! Benar-benar menyiksa. Tanganku lemah serasa tanpa energi. Merah bola mata yang menyorot goresan kisah, semakin tak terkendali menjadi virus mematikan yang menyebar kencang ke seluruh penjuru.

Dasar wanita kecil yang lemah!

Iya, itu memang diriku. Lalu kenapa jika aku lemah? Aku sudah disiapkan oleh Tuhan, seorang pendamping yang akan menangkapku ketika jatuh. Bukan yang selalu membunuh pembuluh darah. Menyumpal aliran darah dari jantung dan membuatku tak bernafas seketika.

Berapa kali kau buat aku menangis? Hingga aku bosan dengannya. Bukan kau yang salah, namun aku yang terlalu berharap. Siapa aku? Berani-beraninya aku cinta denganmu! Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya potongan kecil yang tak penting dalam indahnya kisahmu.

Awalnya, aku hanya anggap kau sebagai seorang kakak, namun apa daya ketika saat ingin berjumpa denganmu aku jadi tak kuasa mengontrol detak jantung, dan sakit yang ku rasa ketika kau bersama wanita lain? Itukah yang disebut cinta? Aku tidak begitu mengerti mengenai arti kata itu.

Lalu apa yang ku mengerti? Perasaan yang selalu memberi surat pemberitahuan tentang berita perih tak dimengerti? Ataukah selembar buku kehidupan penuh coret tinta merah yang harusku mengerti?

With Love,

RA

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »