Aku Tak Bisa Menjauhi Sahabatku


Aku Tak Bisa Menjauhi Sahabatku
Dear You,

Tahun 1998 pertama kali kami berjumpa di tempat menimba ilmu. Awalnya aku suka padanya karena dia pendiam (selain tampan, dan mungkin dari sedikit anak laki-laki tampan di sekolah kami). Dia memiliki suara yang merdu saat mengumandangkan Adzan dan Khomat. Dia juga berasal dari daerah yang sama denganku dan lahir di tahun yang sama. Awalnya itu saja persamaan kami yang aku tahu.

Tak lama kami baru memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama, kami pun dekat dan tentunya menjalin kasih khas anak remaja yang backstreet. Perjalanan cinta kami tidak lama dan biasa-biasa saja, bahkan seperti berteman saja. Aku memutuskan hubungan cinta kami karena aku sadar dia terlalu baik buat aku dan aku tidak pantas mendapatkan kasih sayangnya.

Kami masih berteman setelah putus hubungan. Di sekolah bahkan dia beberapa kali menjalin hubungan dengan gadis lainnya, di antara dengan salah satu sahabat baikku (saat kami kelas 2 SMP), dan adik kelas kami. Dan aku menjalin hubungan dengan AA teman sekelas kami, yang awalnya sahabatku. Meski sayangku kepada AA tidak sebesar sayangku kepada DC. Hubunganku dengan sahabatku dan DC sempat renggang. Karena aku bisa menerima semuanya dari awal, aku tidak menjauhi sahabatku.

Beberapa tahunpun berlalu, karena kami tak lagi sekolah bersama di SMA. Aku dan AA sekolah di sekolah yang sama. Dan tahun-tahun berikutnya aku dan AA benar-benar sudah putus, setelah dua kali putus sambung.

With Love,

TW

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »