Yang Tak Tergantikan

Yang Tak Tergantikan

Dear You,

9 Oktober 2013
Masih ingatkah kamu dengan tanggal itu? Saat kau mengajakku pulang ke rumah? Saat kau berniat memperkenalkanku dengan orang tuamu? Saat kau mengatakan bahwa kau akan serius denganku? Masih ingatkah sayang?
 
Aku sangat menyayangimu. Kau pun menyayangiku. Tapi mengapa jalan kita begitu terjal untuk bersatu? Apakah perjuanganku selama ini kurang untuk bisa menjaga hatiku untukmu? Untuk mempertahankan kamu agar tetap menjadi milikku? Kau terlalu sempurna untuk kulepas. Kau begitu membuatku jatuh cinta, hingga kini pun aku tak sanggup melupakanmu. Meski aku sadar, benar-benar sadar kau tak lagi milikku.

Sayang., benarkah kita telah berpisah? Benarkah kita telah saling melepaskan dan merelakan? Benarkah kita tak lagi saling berjuang? Tak adakah niatmu untuk kembali denganku? Tak adakah sisa cinta yang kau punya untukku?
 
Maafkan aku, sayang. Jika sampai saat ini aku tak juga mampu melepasmu dari ingatanku. Kenangan bersamamu begitu kuat melekat di hatiku.
 
Sayangku, surat ini adalah bukti kecil bahwa aku masih sangat menyayangimu. Aku masih menyimpan namamu di lubuk hatiku. Aku masih berharap suatu saat nanti kamu akan datang dan memintaku kembali. Selamanya, aku akan menunggumu. Entah sampai kapan aku akan terus menunggumu.
 
I Love You.

With Love,

TR

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »