Mencintai dalam Diam

Mencintai dalam Diam

Dear You,

Langit Biru yang selalu kurindu...
Menyayangimu bukanlah kemauanku. Tak pernah sekalipun aku berniat untuk menyematkan namamu di lubuk hatiku. Aku tak pernah menyangka rasa ini akan berlabuh kepadamu. Kepada seorang pria yang diam-diam telah membuatku terpukau. Kepada laki-laki yang mulai aku tempatkan di sudut paling  istimewa. Kepadamu Langit Biru, yang hangat senyumanmu semakin membuatku tersipu. Muka merah hampir selalu aku tunjukkan setiap kali bersua denganmu.
 
Semakin lama, perasaan ini semakin menuntutku untuk memilikimu. Semakin kuat mendorongku untuk berucap sayang kepadamu. Sayang, aku hanya bisa terdiam. Tak sepatah kata pun dapat kuungkapkan. Bahkan, untuk sekedar berbicara empat mata pun aku tak sanggup.
 
Langit Biru...
Aku sadar bahwa aku menyayangimu. Teramat dalam perasaan yang aku miliki terhadapmu. Hingga tak dapat aku uraikan secara langsung kepadamu..
 
Langit Biru...
Maafkan aku. Maafkan diri yang terlalu lemah ini. Maafkan aku yang diam-diam memupuk rasa sayang tanpa kau tahu. Aku takut, Langit Biru. Aku takut ini hanya rasa yang aku punya. Aku terlalu takut untuk kehilanganmu.
 
Biarlah, aku simpan rapat di dasar hati. Membiarkan sang waktu yang akan menjawabnya. Entah kita akan bersandar bersama? Ataukah kita akan memiliki jalan hidup yang berbeda?

With Love,

TR

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »