Kehilangan Kedua Orang Tua

Kehilangan Kedua Orang Tua

Dear You,

Hari ini Tuhan aku ingin menuliskan sebuah surat cinta. Aku bersyukur ya Bapa aku boleh menuliskan ini. Tuhan hampir 5 tahun aku kehilangan sosok mama yang sudah melahirkanku ke dunia ini. Lebih dari 3 tahun aku juga kehilangan seorang ayah ya Tuhan. Ayah yang selalu mengasihiku, Engkau mengambilnya dari sisiku. 

Bapa, sejak Oktober 2010,  aku menjadi seorang anak yatim piatu. Tapi Tuhan pada saat ini aku menyadari berkat Tuhan yang luar biasa dalam hidupku. Memang manusia bisa hidup tanpa ayah dan ibunya, tapi manusia tak bisa hidup tanpa Tuhannya. Oh iya Tuhan, aku sangat mencintai kedua orang tuaku. Itu merupakan cinta terbesarku. Aku sangat mengasihi  mereka ya Bapa itu sebabnya aku rela menjadi salah seorang Tenaga Kerja Indonesia di Negeri Jiran ini. 

Bapa, pernah sekali aku mendengar mama dan pamanku bercerita tentang sebuah impian mereka masing-masing jika mereka telah kembali beristirahat di pangkuan-Mu di sorga. Pada saat itu aku duduk di bangku kuliah. Mama datang ke Medan mau berobat sebab ibu jari Mamaku membusuk. Tuhan hal itulah yang membuat mama harus pergi meninggalkan kami beristirahat di pangkuan-Mu. Mama terkena melanoma ganas, sel kanker yang amat ganas. Aku mendengar mama berkata pada paman kelak kalau dia dipanggil Tuhan dia ingin mempunyai rumah baru. Air mataku mengalir mendengarnya. 6 bulan sesudah kejadian itu mama kembali ke pangkuan-Mu di sorga. 

Tuhan semenjak kepergian mama, ayahku sangat menderita. Aku tidak tahu apa aku seorang yang tak merelakan kepergian mama. Aku melihat tubuh ayah sangat kurus. Dia selalu pergi menangis ke makam mama. 1 tahun 6 bulan sejak kepergian mama, ayah kembali kepangkuan Tuhan di sorga. Pernah  pada waktu sore hari aku dan ayah berada di ruang tamu. Ayah mengatakan dia ingin dibuatkan sebuah makam kalau dia sudah kembali kepangkuan Tuhan. 

Bapa sebenarnya kerja di negeri orang ini penuh perjuangan tapi demi cinta terbesarku buat kedua orang tuaku, aku rela bekerja di sini. Walau sepatutnya aku masih boleh mendapatkan pekerjaaan dengan ijazah Diploma yang kuperoleh 3 tahun yang lalu. Bapa terima kasih buat kebaikan-Mu dan berkat-Mu di sepanjang hidupku. Puji Tuhan rumah baru mendiang orang tuaku sudah selesai. Tapi masalahnya sekarang ya Tuhan kita memerlukan dana yang cukup besar juga untuk mengambil mereka dari tanah. Adat istiadat di kampung. Bapa aku hanya berserah kepada-Mu. Bila Engkau mengizinkan kita boleh mengambil orang tuaku dari tanah sebelum hari Paskah tahun 2014 nanti. 

Ya Tuhan tolong pulihkah keluargaku. Semenjak peninggalan kedua orang tuaku, keluargaku sangat terpuruk. Ketika aku pulang kampung kemarin, air mataku mengalir bagai anak sungai. Rumah peninggalan kedua orang tuaku sangat berantakan, tidak terurus ya Tuhan. Abang pertama dan abang kedua tak pernah akur. Mereka selalu memperebutkan warisan orang tuaku. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan abang kedua, sampai usia yang hampir kepala tiga tidak juga mencari pendamping hidup. Seorang diri menempati rumah peninggalan orang mama dan bapa. Aku tidak tahu Tuhan apa masih ada kasih dalam keluargaku. Ketika aku pulang tak ada sambutan hangat setelah 3 tahun meninggalkan kampung itu. Semua penuh dengan kemarahan, duka dan dalam. Tapi aku menyembunyikannya dengan pura-pura tersenyum, walau aku menangis, menangis dan menangis di dalam hati. 

Tuhan begitu cepatnya Engkau mengambil cinta terbesarku. Sebenarnya aku belum siap untuk kehilangannya. Tapi aku yakin dan percaya di balik itu semua ada sesuatu yang indah. Seperti pelangi sehabis hujan ya Tuhan. Engkau yang memberi Engkau juga yang mengambil. Apa yang ada dalam hidupku adalah milik-Mu ya Bapa. Cinta terbesarku ya Tuhan buat kedua orang tuaku, tolong bahagiakan mereka di surga-Mu yang indah. Bapa, mama walau aku kadang menangis merindukan kasih sayang ayah dan mama. Tapi aku ikhlas Bapa dan mama sudah bahagia di surga beserta Tuhan. Kelak kita akan berjumpa juga bukan. Selamat berbahagia di surga sana cinta terbesarku. Terima kasih ya Tuhan anugerah-Mu indah dalam hidupku. Amin.

With Love,

DS

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »