Itulah Kamu

Itulah Kamu

Dear You,

Sudahkah kamu beristirahat untuk hari ini? Sudahkah kau melepas penatmu hari ini? Aku membuat menu baru hari ini, maukah kamu mencicipinya? Ingin rasanya kembali menghujanimu dengan ribuan pertanyaan yang seperti itu, tapi...
 
Wahai pemilik senyum yang indah, tak kudengar kabarmu beberapa hari ini, apakah kamu baik-baik saja? Apakah senyummu itu tak berubah sedkit pun? Sungguh aku ingin melihatmu dengan senyuman yang kamu miliki. Setiap hari raga ini ingin selalu di dekatmu. Entah kenapa itu bisa terjadi. Apakah Tuhan memang sengaja meletakan magnet di tubuhmu? Magnet yang membuat setiap orang tertarik ke arahmu? Ataukah di balik tubuhmu ada sebuah mutiara yang setiap orang ingin mengambilnya? Oh Tuhan, bagaimana ini bisa terjadi.

Wahai pemilik senyum yang indah, bagaimana caranya dulu kamu mendapatkan senyummu itu, apakah dulu kamu meminta dengan pribadi dengan Tuhan. Dan Tuhan dengan baiknya memberikanya dengan cuma-cuma. Beruntungnya dirimu wahai pemilik senyum yang indah. Tapi bagaimana pun kamu mendapatkan senyum itu. Kehadiranmu bersama senyummu itu, membuat lingkungan menjadi ceria.
 
Itulah kamu, dengan rahasia senyum yang kamu miliki.
Itulah kamu, dengan caraku mengagumimu.
Itulah kamu, dengan semua kesederhanaanmu.
Itulah kamu dengan pesona yang kamu miliki.

With Love,

PS

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »