Buatlah Nyata

Buatlah Nyata

Dear You,

Aku selalu  berusaha melawan sejuta rasa cinta ini pada lelaki itu. Lelaki yang kini telah menjadi kekasih sahabatku. Aku berusaha sekuat tenaga menahan seluruh hasratku untuk bersamanya.
 
Tapi semakin aku memendam rasa ini, semakin aku ingin meluapkannya, aku tak tahan, aku rasa aku hampir gila karena menahan ini sendiri. Dosakah yang kurasakan ini Tuhan? Dosakah bila aku menyukai lelaki itu, lelaki yang selalu diceritakan oleh sahabatku dengan muka merah meronanya itu?

Di sepanjang doaku malam  ini, terselip doa Tuhan tolong berikan aku hari untuk bersamanya. Apakah keinginanku ini tak wajar, apakah diriku begitu picik Tuhan? Apakah dengan keinginanku yang seperti ini aku begitu hina. Karena jelas-jelas lelaki itu telah bersama seseorang yang aku sebut  dia adalah sahabatku, tapi begitu picikya diriku menyukai kekasihnya.
 
Terbesit dalam pikiranku ini bukanlah hal yang hina, aku wanita dia lelaki tak salah jika aku menyukainya, walaupun dia telah memiliki kekasih. Bukankah ini hal yang wajar? Aku mulai menerka-nerka kapan waktu itu datang untuk aku bersamanya. Tuhan jika apa yang aku lakukan ini adalah kesalahan, tolong maafkan aku karena telah mencintainya, tapi jika ini seperti sebuah takdir, takdir yang Engkau kehendaki untuk kami  bersama, ijinkan hari iu datang.
 
Karena aku ingin tahu jawaban apa darinya jika dia tahu aku mencintainya. Di ujung doaku setiap malam aku hanya ingin bersamnya. Wahai lelaki yang selalu ada dalam relung hatiku. Suatu saat nanti, aku hanya ingin mengatakan dengan lantang aku mencintaimu. Sungguh mencintaimu.
 
Make it Happen.

With Love,

MY

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »