Menjadi Seorang Istri yang Baik



Menjadi seorang istri memang tidak mudah, dibutuhkan kesabaran juga kasih yang besar. Tanpa rasa kasih, sangatlah sukar untuk bisa mengurus suami dan anak-anak dengan baik. Ketika kita (sebagai istri) diperhadapkan dengan pekerjaan rumah tangga yang banyak, mulai dari memasak, membersihkan rumah, dan mengasuh anak-anak, jangan pernah berpikiran bahwa kita adalah seorang pembantu. Ingatlah bahwa kita adalah seorang istri yang memang seharusnya mendampingi suami dan anak-anak dengan segala resikonya.

Jadilah istri yang baik. Jangan terlalu banyak menutut terhadap suami. Berilah ruang agar suami bisa nyaman berada di rumah. Hindari mengomel ketika suami pulang bekerja. Lebih baik buatkan minuman hangat dan dengarkan semua keluhnya. Berikan dukungan yang besar dan jagalah perkataan agar tidak menyakiti hatinya.

Dan untuk anak-anak, mereka adalah buat hati kita. Mengasuh memang melelahkan, apalagi jika mereka mulai membangkan dan susah diatur. Simpanlah tangan dan jangan sampai digunakan untuk memukul. Mengasihi anak tidak dengan cara kekerasan. Mengasihi anak adalah dengan mengerti apa yang ia perlukan, mungkin perhatian dan didikan yang lemah lembut.

Hampir Gila!

Hampir Gila!


Saya mempunyai seorang teman yang sudah seminggu ini selalu marah-marah tanpa sebab. Teman saya ini kebetulan adalah seorang pengajar atau lebih tepatnya pembimbing anak-anak kecil. Dan saat ini adalah hari kedua di mana dia memilih untuk mengambil cuti. Apa yang sebenarnya terjadi? Yang saya tahu, dia adalah seorang penyabar dan jarang marah.

“Kesabaran itu memang ada batasnya dan saya harus bertindak,” katanya dalam bincang sore.

“Dengan marah-marah? Apakah itu solusi?”

“Setidaknya membuat beban hatiku berkurang.

“Tapi kau membuat beban baru di hati keluargamu.”

“Apa yang harus saya lakukan? Saya hampir gila melihat suami saya berganti wanita tiap hari!”

“Sejak kapan suamimu begitu?”

“Memang sudah wataknya dari dulu, bahkan sebelum kami menikah.”

“Buat apa kamu menikahi denganya jika kini menyesalinya?”

Teman saya hanya terdiam dan mulai merenungi resiko yang sudah sewajarnya dia hadapi saat dulu memutuskan untuk menikah dengan suaminya. Ketika sudah dipersatukan dalam ikatan pernikahan, maka baik atau buruk sifat dan sikap pasangan kita, kita harus bisa menerimanya dengan penuh kesabaran.

Oleh sebab itu, kenalilah lebih dalam pasangan kita sebelum kita memutuskan untuk hidup dengannya. Jika ada hal-hal buruk yang tidak menunjukkan perubahan ke arah lebih baik, tidak ada salahnya jika mulai ditinggalkan, sebab Tuhan tidak akan pernah salah memberi pendamping.

Sebuah Pilihan dan Kehendak Tuhan

Sebuah Pilihan dan Kehendak Tuhan

"Kamu tidak akan bisa apa-apa!" kata-kata itu yang selalu kudengar dari orang-orang terdekatku. Aku selalu memikirkan hal itu hingga membuatku bingung, kesal pada diri sendiri dan marah. Aku merasa hidupku tidak berguna lagi dan rasanya aku tak berarti lagi sebagai manusia karena apapun yang aku lakukan selalu gagal dan mendapat cemooh dari orang-orang itu. Aku malu dan tersiksa, sekian lama rasa penyesalan akan diriku selalu menyelimutiku.

Dan pada suatu ketika, saat aku ke toko buku untuk membeli buku tentang cerita inspiratif, aku tak sengaja mendengar suara dari radio di toko itu. Yang menceritakan kisah sukses seorang pengusaha dari negara Taiwan, yang aku ingat saat ada seorang mahasiswa bertanya kepada pengusaha itu, "Bagaimana caranya supaya saya dapat sukses seperti anda, Pak?" 

Kemudian pengusaha itu menjawab, "Coba kau buka telapak tanganmu dan kau kepal erat-erat. Apakah semua garis tanganmu ikut tergenggam?" 

"Tidak, pak," Jawab mahasiswa itu.

"Nah begitulah juga dengan kekayaan, kesuksesan, kenyamanan semua berada dalam genggamanmu. Tapi yang tak dapat kau genggam/raih itu adalah kehendak, kepunyaan dan bagian Tuhan dalam hidupmu. Jadi andalkanlah Tuhan dalam hidupmu."

Saat mendengar hal itu aku merenung, aku lupa bahwa selama ini diriku sering mengeluh, lupa bersyukur dan lupa bahwa Tuhan mengasihiku dan selalu memberikan hal yang terbaik buatku. Dari situ aku mulai mendekatkan diri lebih sungguh kepada Tuhan dan pelan-pelan aku berusaha mengetahui dan mencoba mengasah talentaku di suatu bidang, hingga aku pun bisa berhasil dan menunjukan kepada semua orang bahwa setiap orang punya hak yang sama untuk berhasil, tapi yang mempunyai ketentuan dalam hidup kita adalah Tuhan.

Artikel Motivasi oleh Sina

Pernah Jatuh Cinta?

Pernah Jatuh Cinta

Kalian pernah jatuh cinta? Cinta itu akan membuatmu tak bisa tidur dengan nyenyak. Ketika kau mencoba untuk memejamkan mata, maka pikiranmu hanya akan berputar-putar tentang si dia. Saat kau memalingkan mata pada sudut kamar, maka kau akan temukan senyumnya di sana. Ah, cinta itu selalu membayangi kemanapun kita pergi.

Cinta itu selalu menunggu kabar. Semenit saja tak bersua, rasanya dunia kiamat. Cinta membuat kau selalu ingin tahu segala hal yang dia lakukan. Cinta itu kepo! Cinta membuat kita selalu bergantung dengan alat komunikasi ketika posisi kita berada jauh dari si dia. Cinta itu tak ingin kehilangan jejak, tak heran jika cinta benci dengan kata-kata perpisahan.

Cinta itu membuat kau lupa terhadap dirimu sendiri. Cinta hanya akan memperhatikan si dia dan tentang dia. Cinta membuat kita lupa makan, lupa belajar, lupa dengan pekerjaan dan juga lupa dengan waktu. Cinta juga terkadang akan membuatmu tersenyum sendiri dan juga akan membuatmu tampak lebih cantik/tampan dari sebelumnya. Cinta itu seperti sihir! 

Kalian pernah jatuh cinta?

Apa Kau Sungguh-sungguh Mencintaiku?

Apa Kau Sungguh-sungguh Mencintaiku

Apa kau sungguh-sungguh mencintaiku? Cinta itu bukan hanya tentang kiriman bunga setiap pagi ataupun jutaan rayuan yang kau ungkapkan kepadaku. Cinta juga bukan hanya tentang perhatian yang selalu kau tunjukkan kepadaku. Karena cinta yang kucari bukanlah cinta yang seperti itu.

Aku ingin mencari cinta yang juga mencinta Tuhanku. Aku ingin mencari cinta yang dapat menumbuhkembangkan imanku. Aku ingin cinta itu dapat mengajariku banyak hal tentang bentuk kasih kepada sesama. Aku juga ingin cinta itu mampu menerima keluargaku apa adanya. Dan juga... cinta yang mampu mengingatkanku untuk takut akan dosa.

Cinta sejati juga tidak akan pernah membiarkan aku berbuat salah. Cinta sejati akan menegur untuk kebaikanku. Cinta sejati itu tidaklah sulit untuk ditemukan. Benarkah? Ya! Tanamkanlah cinta yang bener itu terlebih dahulu dalam hidup kita masing-masing, maka kebaikan akan mengikuti kita kemanapun kita pergi. Termasuk mendapatkan jodoh yang terbaik.